Jumat, 12 Juni 2009

Menghitung Hari

 

Setiap Fajar tersirat dan kokok ayam mulai nyaring terdengar dikajauhan, seakan ada ‘hanif ( voice of angel, suara tanpa rupa) yang menyeru menyeru kepada sekalian manusia ANA YAUMUN jadiidun dan seolah ia tanyakan apakah dirinya di isi dengan hal – hal baik ataukah sebaliknya .

Maha agung aaaaAllah yang telah membagi sehari semalam menjadi 24 jam . kumpulan hari menjadi minggu, bulan , tahun, windu, abad dan milanium, entah apa lagi?

Bila kita mencoba menghitung , sudah berapa hari kita melewati kehidupan atau mulai sejak mukallaf, sudah berapa ribu kali kita beramal kebijakan , berapa ribu kali kita beramal kebijakan , berapa ratus ribu kali kita berbuat kemaksiatan.

Benarkan yang dianjurkan olleh seorang sufi bernama harist: “ haasibuu anfusakum qoblq antuhasabuu “. Oleh karenanya ia dijuluki “sang kalkulator” atau harist almuhasibi”.

Seandinya kita memiliki alat perekam otomatis yang bisa kita pasang pada tubuh kita tanpa kita terganggu dan tanpa kita perlu melepaskanya, apapun aktifitas kita, kemudian setelah perlu melepaskanya, kemudian setelah sekian tahun kita coba menyetel rekaman itu, memasukkan datany kedalam komputer paling mutakhir , mengolah datanya dengan akurat , dan akhirnya mendapatkan kesimpulan final , kankah kita yakin bahwa perbuatan positif kita lebih baik kualitasnya dari pada perbuatan negative? Atau justru sebaliknya, bahkan lebih parah lagi karena perilaku yang kiaqt anggap seolah ternyata bernilai negative karena tidak dilandasi kemurnian tujuan atau keikhlasan. Segera kita akan mempersiapkan success- program yang khusnul khotimah happy ending.

Keduanya senantiasa mengiringi kita kamanapun kita pergi dn dimanapun kiat berada . tak saqtupyun gerak kita yang lepas dari shoting itu yang nantinya akan diputar ulang scene demi scene, adegan demi adegan dihadapi trilyunan penonton yang menyesaki padang mahsyar.

Tidak itu saja, rekaman ulang itu juga kan mendapat penilaian dari mahjuri dan maha adil , untuk di bukukan dlam raport dan akhirnya diambil kesimpulan apakah seorang itu lulus (ke surga ) atau tidak lulus ( ke neraka).

Akhirnya sudahkah kita intropeksi diri?

KARTINI DI MASA DAHULU DAN MASA SEKARANG

Pernahkah kita melihat seorag wanita bekerja memecah batu? Mengapa mereka melakukan pekerjaan tersebut? Terus, apa yang terlintas dibenak kita?
Bicara soal wanita, sekilas kita ingat dengan R.A. Kartini, pahlawan emansipasi wanita yang rela berkorban demi mengangkat derajat wanita. Tak ayal jika beliau disebut ebagai sang pelita ditengah gelap gulita. Dan berkat perjuangan beliau, kini tidak sedikit wanita-wanita Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan di bidang yang sama dengan laki-laki.
Marilah kita tengok masyarakat di sekeliling kita. Bagi mereka yang memiliki pola pikir tinggi,mereka akan terus mengejar cita-citanya. Tapi lihatlah mereka yang selalu pasrah menerima nasib. “Ah, ngapain sekolah tinggi-tinggi, toh ujung-ujungnya juga akan didapur.” Sebagian besar mereka berpendapat seperti itu. Tapi alangkah baiknya jika para wanita tersebut berusaha mengubah nasibnya, atau setidaknya mereka mencoba terlebih dulu. Segala sesuatu memang telah ditakdirkan, tapi ingatlah bahwa takdir itu bisa berubah jika kita mau merubahnya.
Begitu pula dengan wanita-wanita yang pekerjaannya katakanlah “nitik’i watu”, bisa berubah menjadi wanita karier atau bahkan menjadi pengusaha besar sekalipun. Asalkan punya niat kuat dan bekerja keras.
Selamat Hari Kartini, berjuang terus wanita Indonesia!!!

Selasa, 09 Juni 2009

Tidur

TIDUR SEBUAH TANDA KEKUASAAN ALLAH
Allah berfirman.:
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesung-
guhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
mendengarkan. (QS. Ar-Ruum: 23).
Allah juga berfirman:
Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS. An-Naba': 9).
Imam Ibnu Katsir berkata:
"Yaitu termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya Allah menjadikan sifat tidur
bagi kalian diwaktu malam dan siang, dengan tidur, ketenangan dan rasa
lapang dapat tercapai dan rasa lelah serta kepenatan dapat hilang".

ADAB TIDUR
Anjuran Qoyluulah
Ibnu Atsir Berkata: "Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun tidak tidur".
Berdasarkan hadits dari Sahl Bin Sa'd dia berkata: "Tidaklah kami qoyluulah dan makan siang kecuali setelah shalat jum'at".
Rasulullah bersabda:
"Qoyluulah kalian sesungguhnya syaithon tidak qoyluulah".
Al-Hazh Ibnu Hajar berkata:
"Hadits diatas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sahabat Nabi setiap harinya".
Tidur di awal malam
Rasulullah adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidur beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur diawal malam dan bangun diawal sepertiga malam. Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur:
"Suatu ketika aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk melihat bagaimana shalatnya Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidur".

Dibencinya tidur sebelum lsya’ dan ngobrol setelahnya.
Berdasarkan hadits dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum isya' dan bercakap-cakap setelah sholat.
Al-Hazh lbnu Hajar berkata:"Dibencinya tidur sebelum Isya' karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat isya' hingga keluar waktunya, adapun bercakapcakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya-pent, dapat meyebabkan tidur hingga shalat shubuh dan luput dari shalat malam". Kemudian Al-Hazh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setetah Isya' dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya. Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin.

Menutup pintu, mematikan api dan lampu
Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.
Juga berdasarkan hadits: Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah kalian meningalkan api yang menyala ketika kalian tidur".
Imam Al-Qurthubi berkata: "Berdasarkan hadits ini apabila seseorang tidur sendirian sedangkan api masih menyala di dalam rumahnya hendaklah ia mematikan terlebih dahulu sebelum tidur, demikian pula apabila di dalam rumah terdapat beberapa orang hendaklah orang yang terakhir yang melakukannya, maka barang siapa yang meremehkan hal ini sungguh dia telah menyelisihi sunnah!".
Ibnu Daqiq Al-`Ied berkata: "Perintah menutup pintu sebelum tidur, di dalamnya terdapat kebaikan duniawi dan ukhrowi yaitu menjaga diri dan harta dari orang-orang yang hendak berbuat jahat, terlebih lagi dari syaithon".
Perhatian!
Perintah mematikan api dan lampu sebelum tidur merupakan tindakan preventif sebelum terjadi kebakaran

Rabu, 03 Juni 2009

SEKOLAH BUKAN SEKEDAR MENCEGAH PERNIKAHAN DINI

Orang tua, guru, dan masyarakat harus “satu kata” bahwa sekolah adalah tempat mencerdaskan anak. Faktor yang paling dominan dalam mendorong semangat anak adalah orang tua. Sikap orang tua murid yang pasrah bongkokan atau menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah perlu diluruskan. Apabila ada orang tua yang beranggapan bahwa sekolah adalah tempat yang cocok untuk mengisi waktu sambil menuggu tanggal pernikahan anaknya yang masih belum cukup umur, jika demikian yang terjadi , maka sekolah hanya menjadi sarana untuk mencegah “pernikahan dini Sekolah harus mampu menunjukkan jati dirinya dan membawa peserta didik menjadi manusia mandiri, penuh inisiatif…

Dalam konteks pendidikan formal,dalam hal ini pihak sekolah sudah saatnya untuk memerangi manusia-manusia berpikiran sempit yang menjadikan sekolah sebagai tempat penampungan sampah manusia, dan menjadikan sekolah sebagai belenggu bagi manusia. Sekolah harus mampu menunjukkan jati dirinya dan membawa peserta didik menjadi manusia mandiri, penuh inisiatif, memiliki kemampuan dan intelektual serta mampu memecahkan masalah yang dihadapinya,maka pada saat itu sekolah akan berfungsi sebagai pembebas.
Oleh karena itu, tugas pendidikan di sekolah menjadi luas dan penting. Ada lima tugas pendidikan sekolah, yaitu pengembangan pribadi dan pembentukan kepribadian, transmisi cultural, integrasi sosial, inivasi, pra-seleksi dan pra-alokasi tenaga kerja.
Kelima tugas pendidikan sekolah ini menjadi semakin penting, jika kemudian dikaitkan dengan kenyataan struktur ekonomi dunia umumnya dan struktur ekonomi Indonesia khususnya. Secara perlahan-lahan tapi pasti sedang bergeser dari perekonomian yang mengandalkan SDA dan pertanian menuju perekonomian yang mengandalkan industri dan informasi. Di dalam mekanisme perekonomian yang mengandalkan industri dan informasi, kualitas SDM atau secara spesefik lagi kualitas tenaga kerja, memainkan peranan yang sangat penting. Dengan demikian tugas akhir dari lima tugas pendidikan sekolah yaitu pra-seleksi dan pra-alikasi tenaga kerja, harus benar-benar bertumpu pada suatu strategi peningkatan kualitas tenaga yang mantap dan hebat.
Dengan demikian, di dalam kerangka pengembangan tugas sekolah sebagai pra-seleksi dan pra alokasi tenaga kerja, keempat tugas lainnya, sebagaimana disebutkan di atas, perlu mendapat perhatian yang serius. Oleh karena itu,sebagai proses, sekolah haruslah betul-betul “kondusif” bagi pertumbuhan kepribadian manusia yang berjiwa merdeka.


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Bridal Dresses. Powered by Blogger