
Dalam konteks pendidikan formal,dalam hal ini pihak sekolah sudah saatnya untuk memerangi manusia-manusia berpikiran sempit yang menjadikan sekolah sebagai tempat penampungan sampah manusia, dan menjadikan sekolah sebagai belenggu bagi manusia. Sekolah harus mampu menunjukkan jati dirinya dan membawa peserta didik menjadi manusia mandiri, penuh inisiatif, memiliki kemampuan dan intelektual serta mampu memecahkan masalah yang dihadapinya,maka pada saat itu sekolah akan berfungsi sebagai pembebas.
Oleh karena itu, tugas pendidikan di sekolah menjadi luas dan penting. Ada lima tugas pendidikan sekolah, yaitu pengembangan pribadi dan pembentukan kepribadian, transmisi cultural, integrasi sosial, inivasi, pra-seleksi dan pra-alokasi tenaga kerja.
Kelima tugas pendidikan sekolah ini menjadi semakin penting, jika kemudian dikaitkan dengan kenyataan struktur ekonomi dunia umumnya dan struktur ekonomi Indonesia khususnya. Secara perlahan-lahan tapi pasti sedang bergeser dari perekonomian yang mengandalkan SDA dan pertanian menuju perekonomian yang mengandalkan industri dan informasi. Di dalam mekanisme perekonomian yang mengandalkan industri dan informasi, kualitas SDM atau secara spesefik lagi kualitas tenaga kerja, memainkan peranan yang sangat penting. Dengan demikian tugas akhir dari lima tugas pendidikan sekolah yaitu pra-seleksi dan pra-alikasi tenaga kerja, harus benar-benar bertumpu pada suatu strategi peningkatan kualitas tenaga yang mantap dan hebat.
Dengan demikian, di dalam kerangka pengembangan tugas sekolah sebagai pra-seleksi dan pra alokasi tenaga kerja, keempat tugas lainnya, sebagaimana disebutkan di atas, perlu mendapat perhatian yang serius. Oleh karena itu,sebagai proses, sekolah haruslah betul-betul “kondusif” bagi pertumbuhan kepribadian manusia yang berjiwa merdeka.

0 komentar:
Posting Komentar